Profesor Sutan Nasomal Berharap Presiden Prabowo Mau Mendengar Suara Rakyat Untuk Indonesia

ANALISA TIMES

- Redaksi

Senin, 29 Juni 2026 - 00:14 WIB

5024 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Indonesia Sangat Kaya dengan hasil alam bumi laut darat yang beragam macam kekayaan bahkan tongkat untuk ditancapkan di bumi Pertiwi Indonesia akan tumbuh menjadi pohon bahkan dan berbuah manis pada saatnya di tanah, Saya Yakin Program apapun yang dialokasikan oleh yth Bapak Jenderal Haji Prabowo Subianto pastinya keberpihakan dengan kepentingan negara dan bangsa selama ini besok lusa masa mendatang, mari wahai Rakyat Indonesia bangsaku kita dukung penuh dengan hati nurani lapang dada” pekerjaan besar yang sedang dilaksanakan oleh Presiden RI, papar Profesor KH Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Pidana Internasional, Ekonom Nasional Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Assotion Of Young Indonesian Advocate Presiden Partai Oposisi Merdeka Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS menjawab pertanyaan para pemimpin Redaksi media cetak onlen dalam luar negeri di kantornya markas pusat partai oposisi Merdeka dibilangan cijantung komplek Koppasus Jakarta 28/6/2026 via telpon selulernya.

Rakyat Indonesia tidak pernah alergi dengan program pemerintah pusat dan pelaksanaannya di semua pemerintah daerah. Maka perlu dukungan besar masyarakat luas agar program tersebut dari akar sampai pucuknya bisa bermanfaat untuk Masyarakat dan Negara Indonesia.

Maka dengan lebih bijaksana lagi bila dalam pelaksanaannya program pemerintah masyarakat luas di libatkan untuk mengawasi dan di ijinkan bersuara bila ada sesuatu yang tidak patut atau tidak benar dalam pelaksanaannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH sangat Bangga Indonesia sangat kaya raya dengan hasil SDA yang selama puluhan tahun dikembangkan oleh pemerintah bersama banyak perusahaan yang bermitra dengan pemerintah. Batu Bara puluhan juta ton tiap tahun di jual dan menguntungkan pemerintah bersama perusahaan mitra pemerintah.

Apakah masyarakat asli daerah yang didalam tanahnya di bongkar dan di jual BATU BARANYA puluhan juta ton ikut kaya dan sejahtera. Atau Tetap miskin dan semakin miskin.

Apakah ada yang mendengar aduan masyarakat bahwa hutannya habis di babat untuk pertambangan BATU BARA. Padahal ratusan tahun hutan tersebut adalah harta yang tak ternilai harganya dan menghidupi masyarakat daerah tersebut. Sehingga di masa lalu ada kabar musim panen berlimpah ruah rakyat bisa menabung di daerah dalam bentuk membeli emas atau membeli mesin untuk membajak sawah serta mobil truk untuk membawa hasil pertanian yang berlimpah dari desa ke kota. Saat ini sudah tak ada lagi.

Suara anak daerah yang meminta hak hidup dan meminta di jaga Hutannya, Tanahnya, Sumber airnya, Apakah ada yang mendengar dan memperhatikan baik pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Dampak kerusakan ekosistem alam akibat pertambangan BATU BARA apakah di perbaiki setelah di exploitasi habis habisan dan puluhan juta ton tiap tahun di jual menguntungkan negara dan para pengusaha mitra pemerintah. Alangkah baiknya suara masyarakat yang mencintai daerahnya di dengar oleh pemerintah pusat.

Negara yang memanfaatkan SDA dengan besar jumlahnya harusnya tidak membiarkan masyarakat daerah semakin miskin dan susah untuk cari uang atau bisa bekerja. Jalan jalan menuju pedesaan di banyak kabupaten masih tanah yang sulit dilewati kendaraan apapun masih banyak dan daerah yang belum ada penerangan listrik juga masih banyak.

“Mengapa daerah yang dihisap kekayaannya oleh banyak kepentingan pemerintah pusat dan mitra perusahaannya tidak mampu memperkaya daerah tersebut sehingga sangat sejahtera rakyatnya. Itulah pertanyaan dasarnya !!!

Sekitar 369.356 hektare hutan di Indonesia hilang akibat pertambangan. Apakah ada yang memperbaikinya !!!

Selama 30 tahun terakhir, Indonesia kehilangan jutaan hektare hutan akibat alih fungsi lahan (sawit dan tambang) serta kebakaran. Laju deforestasi mencapai rekor tertinggi pada periode 1990-2000-an dan melonjak saat kebakaran hutan ekstrem. Saat ini, luas lahan berhutan di Indonesia tercatat sekitar 95,5 juta hektare.

Puluhan juta hektare yang selama ini memberikan hasil dan memakmurkan masyarakat daerah kini sudah tidak ada. Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, NTB, NTT, Papua, Hanya catatan usang yang tersisa dan kenangan para orang tua yang lanjut usia bahwa dulu daerahnya sangat berlimpah ruah hasil buah buahan dan hasil hutan serta pertanian. Saat ini hanya debu yang berterbangan yang tersisa dengan lahan lahan yang telah di kuasai oleh bukan putra daerah tersebut.

Sangat menyedihkan hutan habis untuk di exploitasi di ambil dan di jual oleh Pemerintah seperti puluhan juta kayu dari hutan hutan yang selama ini menjadi rumah jutaan air, kini banyak yang gersang, kemudian hasil penambangan Nikel, Biji Besi, Timah, Boxit, Emas, Aspal, Gas, Minyak Bumi di banyak di daerah tetapi kemana uangnya sehingga banyak daerah “menjadi daerah yang miskin.” Apakah para pimpinan daerah tidak mampu menjaga wilayah kerjanya.

81 tahun Indonesia Merdeka telah melewati masa Demokrasi yang panjang serta telah melewati ke 8 kali pemilu serta berganti Presiden RI bersama wakilnya dari putra putri terbaik Indonesia dan berkembang kedewasaan berdemokrasi yang sangat maju, kerja keras dilaksanakan oleh tiap tiap pemerintahan untuk pembangunan dan kemajuan, mengapa masyarakat semakin luas yang miskin dan sangat heran membaca catatan yang sangat pahit karena Negara Indonesia memiliki hutang hampir menyentuh 10.000 Trilyun yang di buka secara umum dan entah berapa sebenarnya. Jadi kemanakah hasil penjualan SDA selama puluhan tahun ini. Apakah Rakyat harus terus di bungkam !!!

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media, bahwa sangat pentingnya masyarakat bersuara agar di daerah lebih diperhatikan oleh pemerintahnya dan apapun pemanfaatan SDA serta dampaknya akibat exploitasi harus ada keterbukaan, adakah manfaatnya untuk daerah tersebut juga harus ada keterbukaan. Jangan hanya di dengar saja penghasilan penjualan SDA menghasilnya ratusan Trilyun tetapi masyarakat didaerah tersebut tetap miskin.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH melihat Presiden RI Prabowo Subianto yang sedang bekerja keras pasti akan bisa memperbaiki sistem yang salah di semua daerah dan membuka seluas luasnya kesempatan untuk masyarakat untuk mendengar suara rakyat serta melaksanakan harapan rakyatnya.

Narasumber Prof DR Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Pidana Internasional, Ekonom Nasional Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Asssotion Of Young Indonesian Advocate Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

Berita Terkait

Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau Semua Organisasi Pers Melaksanakan Sertifikasi Profesi Wartawan
Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden
Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi
Kasubag Umpeg Disdikbud Subang Tinjau Langsung Uji Kompetensi Guru di SMPN 4 Subang
PELANTIKAN DPP SWI 2026–2031,SWI Teguhkan Profesionalisme dan Aksi Nyata Lewat Green Impact
Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan Ormas Golkar!
Bela Ketum Bahlil, Fahd El Fouz Arafiq Tegaskan Ormas Golkar Siaga Satu Hadapi Serangan Politik

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:11 WIB

Kompak dan Solid, Kapolres Simalungun Bersama Kajari Dukung Komitmen Penanganan Perkara Pidana Tanpa Transaksional

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:02 WIB

Lapas Pekanbaru Intensif Lakukan Pengejaran Warga Binaan yang Melarikan Diri, Libatkan Tim Gabungan Lapas, Kanwil, dan Kepolisian

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WIB

Andar Amin Harahap Perkuat Sinergi DPR dan ATR/BPN Demi Penyelesaian Masalah Agraria Dari Aspirasi ke Solusi

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:17 WIB

Dari PAD Anjlok sampai Utang Honorer, Alasan DPRK Cecar Walikota Subulussalam M. Rasyid Bancin

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:11 WIB

WOW! Dugaan Pungli Rp400 Ribu Warnai Wisata 54 Kepala SMP Negeri Ogan Ilir, Bantahan MKKS Kini Dipertanyakan Publik

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:53 WIB

PERSIB Buka Piala Presiden 2026 dengan Kemenangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:14 WIB

Perkuat Komitmen Berantas Narkotika, Kalapas Binjai Hadiri Puncak Peringatan HANI 2026 Secara Daring

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:09 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Berita Terbaru