PW GP Al Washliyah Apresiasi BNN dan Polri Ringkus Gembong Narkoba di Kampung Bahari: Kado Nyata Kemerdekaan

ANALISA TIMES

- Redaksi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:48 WIB

509 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GP Al Washliyah) DKI Jakarta memberikan apresiasi atas langkah tegas Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mengungkap dan menangkap seorang terduga pengendali jaringan narkotika berinisial MR di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara.

Ketua PW GP Al Washliyah DKI Jakarta, Dedi Siregar, menilai keberhasilan BNN tersebut merupakan bukti nyata bahwa negara hadir dan tidak memberikan ruang bagi jaringan peredaran gelap narkotika yang mengancam keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNN RI, khususnya Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto beserta seluruh jajaran yang telah menunjukkan ketegasan dalam memberantas jaringan narkotika. Pengungkapan kasus di Kampung Bahari ini menjadi pesan kuat bahwa tidak ada tempat yang aman bagi para pelaku kejahatan narkotika,” ujar Dedi Siregar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dedi, penindakan yang di lakukan BNN RI terhadap jaringan narkotika bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, tetapi merupakan bagian penting dari upaya negara menyelamatkan masa depan generasi bangsa.

Dedi menyebut pengungkapan kasus di Kampung Bahari menjadi semakin penting karena kawasan tersebut sebelumnya juga pernah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius dalam pemberantasan narkotika. BNN sendiri dalam operasi sebelumnya telah menempatkan Kampung Bahari sebagai salah satu kawasan yang membutuhkan pendekatan pemberantasan sekaligus pemulihan masyarakat.

Dalam pengungkapan terbaru tersebut, MR disebut sebagai salah satu bos narkoba yang berkaitan dengan kasus kepemilikan sekitar 98 kilogram sabu. Dalam penindakan, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti lain dan selanjutnya mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang yang berkaitan dengan hasil kejahatan narkotika.

Dedi menilai langkah BNN untuk tidak berhenti pada penangkapan pelaku dan penyitaan barang bukti narkotika merupakan langkah yang tepat. Menurutnya, pemberantasan jaringan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri aliran dana dan aset yang diduga berkaitan dengan aktivitas kejahatan narkotika.

“Kami mendukung langkah BNN untuk mendalami dugaan TPPU. Usut aliran uang dan aset yang diduga berasal dari kejahatan narkotika juga harus ditelusuri secara tuntas sesuai ketentuan hukum. Dengan begitu, jaringan narkotika tidak hanya dipukul dari sisi peredaran barang, tetapi juga dari sisi keuntungan ekonominya,” katanya.

Kado Nyata Menjelang HUT Kemerdekaan RI

Dedi Siregar menyebut keberhasilan BNN tersebut menjadi salah satu bentuk kado nyata bagi masyarakat Indonesia menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini, keberhasilan BNN membongkar jaringan narkotika menjadi kado nyata bagi masyarakat

Karena itu, Dedi meminta agar keberhasilan penangkapan MR tidak menjadi akhir dari penanganan perkara, tetapi menjadi pintu masuk untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

“Kami berharap BNN terus mengembangkan kasus ini. Siapa saja yang terlibat harus diproses berdasarkan hukum dan fakta penyidikan. Jangan berhenti pada satu orang apabila memang masih ada jaringan lain di belakangnya,” tegas Dedi.

Apresiasi untuk Sinergi Aparat Penegak Hukum

BNN dalam berbagai program pemberantasannya juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Bersinar atau Bersih Narkoba.

Dedi menilai masyarakat juga memiliki peran penting dalam membantu aparat. Masyarakat diminta tidak bersikap apatis apabila mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika di lingkungannya.

Generasi Muda Harus Jadi Benteng Utama

Sebagai organisasi kepemudaan, PW GP Al Washliyah DKI Jakarta, lanjut Dedi, memiliki komitmen untuk terus mendorong keterlibatan pemuda dalam gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Dedi mengatakan pemuda harus menjadi kekuatan utama dalam membangun lingkungan yang sehat, produktif dan bebas dari narkoba.

“Pemuda jangan sampai menjadi sasaran pasar jaringan narkoba. Pemuda harus menjadi benteng. Karena itu, kami mengajak seluruh organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga dan dunia pendidikan untuk bersama-sama memperkuat edukasi bahaya narkoba,” ujarnya.

Ia juga memberikan penghargaan terhadap jajaran BNN yang terus menunjukkan komitmen dalam pemberantasan narkotika. BNN sebelumnya juga mencatat berbagai pengungkapan jaringan narkotika serta pemusnahan barang bukti dalam jumlah besar sepanjang 2026.

“Kami tidak ingin generasi muda Indonesia kehilangan masa depannya karena narkoba. Karena itu, setiap langkah aparat yang bertujuan memutus jaringan narkotika harus mendapatkan dukungan masyarakat. Kami memberikan apresiasi kepada Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto dan seluruh jajaran. Terus bekerja, terus ungkap jaringan narkoba, dan jangan beri ruang bagi para pelaku kejahatan narkotika,” pungkas Dedi Siregar.

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta, kata Dedi, akan terus mendukung langkah-langkah positif pemerintah dan aparat penegak hukum dalam menciptakan lingkungan yang aman serta melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

“Kemerdekaan harus diisi dengan membangun generasi yang sehat, kuat dan produktif. Indonesia maju membutuhkan generasi muda yang bersih dari narkoba,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Di Tengah Banjir dan Kerusakan Infrastruktur, Mualem Dicerca Publik, Siapa Sebenarnya yang Memimpin Aceh?
Narasi Lama Kembali Digulirkan, Aktivis Nasional Bela Budi Arie: Jangan Ada Framing yang Merugikan Reputasi
Aktivis Nasional: Pembentangan Bendera di Samarinda Merupakan Ekspresi Identitas dan Aspirasi, Bukan Serta-Merta Gerakan Keluar dari NKRI
Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau Semua Organisasi Pers Melaksanakan Sertifikasi Profesi Wartawan
Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden
Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi
Kasubag Umpeg Disdikbud Subang Tinjau Langsung Uji Kompetensi Guru di SMPN 4 Subang

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:15 WIB

Aktivis dan Tokoh Pemuda  Apresiasi Kinerja Kapolres & Kasat Narkoba Polres Aceh Tenggara

Senin, 14 September 2026 - 13:28 WIB

Saku Celana Berisi 37 Paket Sabu, Satu Orang Pengedar Diamankan Polres Aceh Tenggara

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Legalitas Material Proyek Longsor Aceh Tenggara PT Horas Bangun Persada Dipersoalkan, Mabes Polri dan Polda Aceh Diminta Turun Tangan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Informasi Warga Ditindaklanjuti, Tim Gabungan Polres Aceh Tenggara Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Lawe Alas

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Ganja 4,7 Kg Disembunyikan di Bawah Tempat Tidur, Satresnarkoba Bongkar Peredaran di Ketambe

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Perkuat Perang Melawan Narkoba, Kapolres Aceh Tenggara Tegaskan Satresnarkoba Harus Bergerak Hingga ke Akar Jaringan

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:11 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Presisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:32 WIB

Dua Jam Berselang, Pengembangan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Berbuah Hasil, Pemasok Sabu Berhasil Diamankan

Berita Terbaru